Allah Azza wa Jalla berfirman :
"Di hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambahkan penyakit tersebut"(QS. Al Baqarah :10).
Dan tidak diragukan, bahwa semakin parahnya penyakit hati
adalah bentuk "hukuman" yang lebih dahsyat dari kehilangan anak,
keluarga dan harta.
Kebanyakan manusia lalai dari hal ini, mereka mengira
musibah hanyalah pada perkara yang nampak, seperti yang menimpa badan,
harta dan anak-anak.
Padahal, sejatinya musibah berupa hati yang berpenyakit
dan rusak, itu lebih parah dan dahsyat dibanding musibah yang menimpa
hal-hal yang sifatnya fisik.
Bahkan tidak sedikit dari manusia, hatinya telah mati
ditimpa berbagai musibah berupa rasa ketakutan kelaparan dan selainnya,
namun ia tidak menjaga dan menjauhkan dirinya dari berbagai kefasikan
dan maksiat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar